Besarnya Keutamaan Membantu Korban Bencana

Kita coba mengingat berbagai bencana alam telah melanda bangsa kita, dari yang baru saja melanda di beberapa daerah di Indonesia yaitu berupa bencana banjir, Dan sebelumnya terjadi musibah erupsi gunung Agung di Bali dan Sinabung sampai bencana bencana alam yang lainnya seperti longsor maupun gempa bumi telah melanda negeri ini yang semua nya itu sampai memakan korban baik harta maupun nyawa maunusia.

Hadirnya bencana alam yang silih berganti yang telah telah melanda bangsa ini semuanya merupakan bagian peringatan Allah untuk kita yang banyak dosa untuk bersegera bertaubat dan memperbaiki diri. Dan sebuah peringatan bagi yang selamat untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan.

Di sisi lain, Bencana bisa menjadi hikmah yang di dapat berupa ujian Allah untuk kita semua agar mempunyai jiwa kepedulian kita dalam menolong saudara kita yang kesusahan. Baik kesulitan yang dirasakan oleh sesama manusia maupun terlebih dengan sesama muslim. Sungguh banyak dalil dalil dalam Al qur’an maupun hadits shohih untuk mempunyai kepedulian terhadap orang lain.
Allah Ta’ala berfirman:

“Dan kerjakanlah amal kebaikan agar kalian beruntung! (QS. Al-Hajj [22]: 77)

Dalam hadits-hadits shahih dan hasan telah dijelaskan:
Dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, saling menyayangi dan saling menyantuni adalah bagaikan satu tubuh; jika salah satu anggota tubuh merasakan sakit, niscaya seluruh anggota tubuh lainnya ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak akan menzaliminya dan tidak akan menyerahkannya kepada musuh. Barangsiapa mengurus kebutuhan saudaranya niscata Allah akan mengurus kebutuhan dirinya, barangsiapa menyingkirkan sebuah kesusahan hidup dari seorang muslim.

niscaya Allah akan menyusahkan kesulitan hidupnya pada hari kiamat kelak dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim niscaya Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.”
(HR. Bukhari, Muslim dan Abu Daud)

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Barangsiapa meringankan dari seorang mukmin salah satu kesusahan hidupnya di dunia niscaya Allah akan meringankan salah satu kesusahan hidupnya pada hari kiamat. Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang kesulitan niscaya Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim niscaya Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah)

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Amalan yang paling utama adalah engkau membahagiakan seorang mukmin; engkau menutupi auratnya [memberikan pakaian], engkau mengenyangkan kelaparannya [memberikan makanan] atau engkau memenuhi kebutuhannya.”
(HR. Ath-Thabarani. Dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib).

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam dan bertanya: “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab: “Manusia yang paling dicintai Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi sesama manusia. Amalan yang paling dicintai Allah adalah engkau membahagiakan seorang muslim; engkau menghilangkan kesusahan hidupnya, atau engkau melunasi hutangnya, atau engkau menghilangkan kelaparannya. Aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya itu adalah lebih aku sukai daripadai aku melakukan i’tikaf di Masjid Nabawi ini selama sebulan penuh. Barangsiapa menahan marahnya padahal seandainya ia mau, ia bisa meluapkan kemarahannya tersebut, pastilah Allah akan memenuhi dadanya pada hari kiamat dengan keridhaan. Dan barangsiapa berjalan bersama saudaranya dalam sebuah kebutuhan saudaranya itu sehingga ia bisa memenuhi kebutuhan saudaranya, niscaya Allah akan meneguhkan telapak kakinya pada hari dimana telapak-telapak kaki tergelincir [hari kiamat].”
(HR. Ibnu Abi Dunya, Al-Asbahani, Ibnu Asakir, Abu Ishaq Al-Muzakki dan Ath-Thabarani. Dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib dan Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah)

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: arrahmah.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *