Zakat Untuk Dakwah di Gunungkidul

zakat untuk dakwah gunungkidul

Awal Januari team RDN berkunjung ke daerah kabupaten Gunungkidul untuk bersilaturami dengan saudara-saudara muslim di sana, kunjungan ini dimaksudkan dalam rangka kunjungan kerja lembaga, dimana team RDN telah lama mendengar kisah-kisah menyedihkan tentang saudara-saudara kita yang dimurtadkan dari Islam oleh pihak-pihak lain. Konon banyak faktor yang menyebabkan mereka dengan begitu mudahnya meninggalkan agama yang lurus ini. Untuk kami mencoba menelusuri fakta dengan langsung melakukan survey di daerah sasaran. Langkah ini sebagai sumbangsih nyata RDN dalam ikut dakwah membendung arus pemurtadan dan menyelamatkan aset umat yang semakin hari semakin tergerus oleh derasnya arus pemurtadan.

Team berangkat ke Gunungkidul dengan mengendarai dengan naik kereta api dari Jakarta ke Yogyakarta. Sesampai di Yogyakarta team di jemput oleh para relawan RDN cabang Yogyakarta. Pada kesempatan kali ini team berkeliling dibeberapa tempat di pesisir pantai selatan Gunungkidul yang sudah terlihat tertatarapi. Jalan-jalan mulus menuju pantai-pantai yang disulap menjadi daerah wisata, menjadikan perjalanan team tidak mengalami kendala berarti. Dalam perjalanan berkeliling team melakukan wawancara dengan warga di sana dengan gaya yang santai dengan harapan mendapatkan data primer yang asli, dalam artian tanpa rekayasa. Sehingga kita bisa menentukan program kerja dakwah yang tepat di daerah tersebut.

Dalam perjalanan keliling kami menyimpulkan bahwa benar-benar secara nyata terjadi pemurtadan di daerah ini dengan berbagai modus, seperti bantuan sosial, pernikahan, wisata religi dan lain-lain. Mengapa hal ini terjadi? Banyak pihak menilai bahwa kemiskinanlah yang menjadi penyebab mudahnya iman mereka digoyang dengan iming-iming harta. Akan tetapi mungkin kami memiliki penilaian yang berbeda. Analisa seperti itu bisa jadi menemukan pijakannya ketika hal ini disampai sekian tahun yang lalu. Tetapi untuk saat ini alasan tersebut kurang bisa dipakai sebagai landasan untuk menentukan langkah program kerja dakwah penyelamatan saudara-saudara kita dari gerusan pemurtadan di daerah ini. Mengapa demikian? Sebab kami menemukan saat ini perekonomian warga sudah relatif membaik. Terobosan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dari sektor pariwisata cukup berhasil. Walaupun Gunungkidul termasuk daerah kering sehingga digolongkan dalam daerah yang  minus dalam masalah pertanian, tetapi disektor yang lain Gunungkidul memiliki keunggulan berupa panorama pantainya cukup indah, dan ini merupakan peluang untuk mengais rejeki bagi penduduk di luar sektor pertanian. Pemerintah setempat membuka akses pariwisata ini dengan membangun jalan-jalan raya menuju pantai selatan Gunungkidul ini dengan baik, sehingga kondisi penduduk saat ini berbeda dengan beberapa tahun silam yang tergolong daerah minus. Kini mereka telah sejahtera, paling tidak sejauh pengamatan kami. Indikatornya mudah, kami melihat banyak bangunan rumah penduduk yang bagus dan modern. Kami coba masuk agak ke dalam kampung-kampung kondisi seperti ini hampir rata. Rumah kumuh dan jelek sudah sedikit jumlahnya. Dengan demikian kesimpulan kami dari hasil pengamatan mata untuk sementara bagi kami masalah kemiskinan bukanlah masalah utama mereka.

Lalu apa masalah mereka sehingga mereka mudah dimurtadkan? Setelah kami adakan survey dan diskusi yang mendalam dengan tokoh agama yang kami kenal di sana, maka sampailah pada kesimpulan bahwa kekurangtahuan mereka tentang agama mereka-lah sumber permasalahan yang ada. Walaupun ekonomi meningkat tetapi pemahaman mereka tentang Islam sangatlah sedikit. Pemahaman yang minim inilah yang menyebabkan mereka tetap saja mudah tergoda oleh bujuk rayu pihak-pihak lain.

berdasarkan hal tersebut di atas, kami menyusun program kerja dakwah di daerah Gunungkidul dimulai dengan pembinaan masyarakat secara rutin. Hal ini ditujukan untuk menguatkan keimanan sebagai benteng utama bagi mereka, dan dengan pembinaan masyarakat yang rutin dan terstruktur akan dapat dengan mudah mematahkan rayuan-rayuan pihak luar yang bertujuan memurtadkan kaum muslimin. Pembinaan yang rutin ini memiliki kurikulum yang terukur sehingga dapat membentuk kerangka berpikir yang baik. Masyarakat diharapkan kembali memahami Islam ini tidak hanya sebagai Agama Ritual yang tidak ada bedanya dengan agama yang lain. Lebih dari itu masyarakat memahami Islam sebagai sebuah pandangan hidup, gaya hidup atau idiologi yang sempurna yang dapat mengatur dan memecahkan segala permasalah hidup manusia, sehingga mereka mencukupkan diri hanya dengan Islam dan tidak tergoda dengan yang lain.

Untuk melaksanakan program ini RDN menyadari tidak mampu dilakukan sendiri. Untuk itu RDN menggandeng banyak pihak untuk bisa merealisir program ini. Untuk melaksanakan pembinaan rutin RDN bersinergi dengan beberapa pesantren di daerah yang terdekat dengan lokasi sasaran dakwah. Adalah Pondok Pesantren Panoto Gomo adalah salah satu pesantren yang menjadi patner lapang RDN dalam menghadang arus pemurtadan dan mengembalikan aqidah masyarakat kedalam aqidah yang lurus sesuai tuntunan Islam di daerah Gunungkidul. Pesantren panotogomo menerjunkan santri-santrinya secara berkala ke tengah-tengah masyarakat untuk melakukan pembinaan rutin dan terencana dengan target-target yang terukur kesuksesannya.

Program pembinaan seperti ini juga dilaksanakan di daerah-daerah lain yang juga terkategori daerah rawan pemurtadan dan daerah mualaf baru, seperti di wilayah Gunung Bromo Jawa Timur, dan lain-lain. Program-program seperti tentu membutuhkan biaya operasional yang cukup besar, bantuan dan donasi para dermawan sekalian dalam hal ini sangat berarti. Tanpa bantuan dan support dana program-program ini tidak akan dapat berjalan dengan baik. RDN memberi kesempatan seluas-luasnya pada semua komponen umat untuk dapat berkontribusi dalam hal ini, apapun bentuk bantuan anda pasti sangat berarti bagi program ini. Bantuan pemikiran, doa, saran yang membangun dan dana tentunya.

Dana bagi pembinaan masyarakat di Gunungkidul ini kami ambilkan dari pos-pos yang diperbolehkan oleh syariah, sebab tujuan baik mengharuskan ditempuh dengan cara yang baik pula, termasuk dalam hal ini sumber-sumber pendanaannya harus halal dan baik sesuai syariah. Adapaun pospos tersebut kita ambilkan dari pos zakat, infak dan sedekah. Ketiga pos ini diperbolehkan oleh syariat untuk digunakan sebagai sumber pendanaan dakwah mengahdang arus pemurtadan di gunung kidul. Zakat sebagaimana kita ketahui salah satu dari 8 pos distribusi (asnaf) yang berhak mendapat zakat adalah fi sabilillah, yakni dana zakat untuk kepentingan perjuangan di jalan Allah. Menyelamatkan umat dari pemurtadan terkategori sebagai fisabilillah atau perjuangan di jalan Allah. Adapun Infak tidaklah memiliki kriteria khusus untuk pendistribusiannya boleh untuk apa saja termasuk dalam hal ini adalah di jalan dakwah. Sedangkan sedekah memiliki arti lebih umum, artinya sedekah secara syariah terbagi dalam banyak bentuk yakni Zakat, Infak dan Wakaf semua termasuk dalam sedekah.

Baca Juga: Nisab dan Haul Zakat

Ayo bantu saudara kita dengan apa saja yang bisa kita lakukan. Bagi yang punya ide silahkan bantu dengan ide, bagi yang punya kelebihan harta, ayobantu pendanaannya, bagi yang punya keduanya ayo bantu dnegan yang anda punya. Kami yakin dengan dakwah idiologis masyarakat gunungkidul khususnya dan masyarakat nusantara pada umumnya akan bis akita selamatkan aqidah mereka. Semoga ini menjadi amal jariyah kita yang tak ada putusnya hingga hari kiamat. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *